Pancasila Dan Pers, Kuliah Umum Pertama Yang Diselenggarakan Unas


Jakarta, Universitas Nasional – Bertempat di Aula Blok 1 Universitas Nasional (Unas), Rabu (8/6). Program Studi Ilmu Komunikasi (Prodi) FISIP Unas untuk pertamakalinya menyelenggarakan kuliah umum bertema Revitalisasi Nilai-nilai Pancasila Dalam Sistem Pers Indonesia. Dengan dihadiri oleh anggota Dewan Pers, Agus Sudibyo sebagai pembicara serta Nursatyo sebagai moderator.

Acara yang dimulai tepat pukul 11.25 WIB dari yang seharusnya pukul 11.00 WIB tersebut, dihadiri oleh 98 mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi Unas. Acara dimulai dengan sambutan oleh Adi Prakosa sebagai Kepala jurusan Ilmu Komunikasi Unas, dan dilanjutkan oleh Drs. Suhanto, Msi. sebagai Wakil Dekan jurusan Ilmu Komunikasi Unas.

“Latar belakang diselenggarakannya kuliah umum ini karena ada keperihatinan dihilangkannya mata kuliah Pancasila dalam kurikilum Unas. Serta merebaknya isu Negara Islam Indonesia (NII) yang saat ini memanfaatkan mahasiswa sebagai sasaran ideologinya. Dengan harapan memberi manfaat besar bagi mahasiswa dan juga pengajar”, ujar Adi dalam sambutannya.

“Nilai-nilai Pancasila dan sistem pers memang harus sejalan, karena fungsi sistem pers dalam kehidupan sosial itu sangat penting sekali”, ungkap Drs. Suhanto mengapresiasi kuliah umum tersebut.

Sementara Agus Sudibyo menjelaskan media menjalankan fungsi keadilan dan kerakyatan yang menjadi bagian dari Pancasila. Indonesia adalah negara dengan sistem pers paling bebas di Asia. Kekuasaan media bentuknya jamak, bisa berbentuk penguasaan ekonomi. Media jadi arena pertarungan kepentingan pemilik modal, negara, dan masyarakat. “Pemilik media di Indonesia sering memberlakukan media sebagai properti pribadi, dan itu salah”, ungkapnya menjawab pertanyaan salah satu peserta.

Sementara Nursatyo berharap dengan hadirnya tiga mantan presiden saat peringatan hari lahirnya Pancasila di MPR beberapa waktu lalu, dapat membangkitkan kembali nilai-nilai luhur yang ditinggalkan, khususnya dalam pers. Dibutuhkan peran Media Watch atau pemantau media untuk memastikan media bersikap professional dalam menjalankan fungsinya dengan baik dan memastikan keberpihakan media terhadap kepentingan masyarakat, serta menghindari media dari kepentingan apapun selain kepentingan mewartakan fakta. “Kedepan, sudah ada wacana untuk membentuk Media Watch ini”, ujar Tyo saat wawancara.

Kuliah umum tersebut adalah yang pertama diselenggarakan oleh Jurusan Ilmu Komunikasi Unas, dan diharapkan menjadi rutinitas kedepannya. Acara yang berakhir pukul 12.30 WIB ditandai dengan pemberian plakat kepada pembicara. (ZF)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s