Tumor Tidak Menghalangiku Kuliah


Satu tahun setelah divonis menderita tumor otak, saya tetap menjalani hidup dengan apa adanya. Setelah lulus dari SMU saya langsung melanjutkan kuliah di Universitas Nasional pada tahun 2006, bagi saya ini merupakan pengalaman baru dalam hidup saya setelah melewati jenjang pendidikan formal.

Memang awalnya penyakit ini tidak begitu mempengaruhi saya dalam menjalani aktivitas, sayapun sudah terbiasa bila mendapat serangan dan tubuh mengejang, tetapi saat itu saya tetap yakin bisa menjalani hidup ini.

Di kampus pun, teman-teman sudah terbiasa bila tubuh saya mengalami kejang, mungkin karena saya secara terbuka mengatakan kepada mereka bahwa saya mempunyai tumor otak yang menganggu syaraf dan bila kondisi tubuh sedang tidak fit akan mudah sekali kejang.

Adalah Mohammad Yudha Prasetya atau biasa saya panggil “Belati”, sahabat, teman kuliah, sekaligus motivator disaat saya merasa sedang jatuh karena penyakit tersebut. Meskipun dia pribadi yang usil, sering mengejek kekurangan saya, tetapi saya tau dibalik semua itu dia hanya bermaksud membuat saya merasa yakin bisa melawan dan tidak merasa berkecil hati terhadap kondisi saya. Bila saat itu di kampus saya mengalami kejang, dialah orang yang bisa menenangkan diri saya dengan guyonan yang kadang ngeselin dan Balati adalah salah satu orang yang terus berusaha mengingatkan saya akan Allah SWT pada saat itu.

Bukan hanya Belati, namun teman-teman saya yang lain tidak pernah takut bila melihat saya sedang kejang, karena saya selalu bilang kepada mereka “Kalian jangan panik bila melihat saya tiba-tiba kejang, cukup pegang tangan saya dan buat diri saya tenang”.

Dalam perkuliahanpun saya menjalaninya seperti mahasiswa-mahasiswa lain, meski dalam tahun pertama prestasi saya kurang baik, mungkin konsentrasi saya masih terganggu karena penyakit yang saya miliki. Namun hal tersebut tidak membuat saya menyerah untuk terus belajar karena pada saat itu saya sadar ilmu yang saya dapatkan akan sangat berguna bagi saya dan orang lain dimasa yang akan datang.

Pada tahun kedua saya semakin terbiasa dengan lingkungan kampus, makin banyak teman baru yang saya kenal dan rasa rindu saya untuk bermain basket, maka sayapun mulai mencoba untuk masuk ke tim basket kampus karena bila dilihat dari postur dan berat badan pun saya masih sanggup untuk bersaing. Tetapi baru mengikuti latihan selama seminggu, saya harus menyerah juga dengan penyakit tersebut. Meskipun saat latihan saya tidak merasakan ada masalah di tubuh saya, tetapi saya menjadi semakin sering kejang dirumah karena tubuh saya kelelahan.

Cukup! saya tidak bisa memaksa tubuh ini untuk bekerja keras lagi, meski dulu menjadi pemain basket professional adalah  sebuah obsesi bagi saya, tetapi saya tidak bisa memaksakan hal tersebut saat ini..

Pada saat itu saya berusaha mencari sesuatu yang bisa membuat gairah saya kembali, tetapi bukan bermain basket. Kebetulan ada mata kuliah fotografi yang merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa jurusan komunikasi yang mengambil konsentrasi jurnalistik pada semester 3 di Universitas Nasional, saya memang sudah lama berminat pada fotografi dan berkeinginan mengenal lebih jauh mengenai fotografi dengan mengikuti mata kuliah tersebut.

Dosen fotografi saya saat semester tiga bernama Rasdian A. Vadin, saya dan teman-teman yang lain biasa memanggilnya Bang Vadin, saat ini beliau adalah Redaktur foto Harian Jurnal Nasional. Meski banyak mahasiswa lain yang tidak menyukai gaya mengajar beliau, tetapi saya selalu antusias untuk masuk ke kelas, hal tersebut didorong juga oleh keingintahuan saya terhadap fotografi yang begitu besar apalagi pada saat itu saya baru memiliki kamera pertama saya yaitu Nikon D60 yang sampai sekarang masih saya pakai dan saya selalu rawat dengan baik.

Kamera tersebut berhasil membuat saya lupa akan penyakit yang saya alami, saya selalu antusias untuk belajar menggunakan kamera tersebut, karena jujur saja baru saat itu saya pertamakali memegang kamera DSLR (Digital Single Lens Reflex).

Selain ilmu dari Bang Vadin, Saya mencoba mencari informasi dan teknik pengambilan foto yang baik dari buku dan dari internet. Saya lebih banyak belajar secara otodidak mengenai kamera karena intensitas perkuliahan yang terbatas.

Saya sadar, saya tidak akan pernah menjadi pemain basket professional seperti impian saya sejak SMP dulu, namun saya mempunyai sebuah impian baru bersama hobby baru saya tersebut. Mungkin saya bisa menjadi fotografer professional suatu hari nanti…

Hingga hari ini, meski banyak teman se-angkatan yang telah lulus terlebih dahulu, saya tetap yakin bisa menyelesaikan kuliah dengan baik meski agak terlambat karena saya sempat mengambil izin satu semester untuk konsentrasi terhadap pengobatan yang saya jalani.

Saya ingin menjadi seseorang yang berhasil dalam hidup dan berguna bagi kehidupan orang lain dengan ilmu yang saya miliki.

Advertisements

6 thoughts on “Tumor Tidak Menghalangiku Kuliah

  1. subhaanallooh…….anda bener2 bersabar!!!. semoga barokah atas smuanya!!!!
    kata rosuululloh obat itu ada pada : 1.air, 2.madu, 3. goresan bekam (al hijamah),.4.mimyak zaitun.
    dan juga bismillah cobalah ‘propolis’, adl air liur lebah. bgi sorang muslim obat yang diproduk dari lebah ga ada ragu lgi….

    Like

  2. Alhamdulillah beberapa minggu yang lalu saya dinyatakan sembuh oleh dokter. Sarannya akan saya coba, terima kasih 🙂

    Like

  3. zainudin firdaus memang sahabat saya yang sangat hebat.
    semangat nya patut di tiru..
    bagi2 gw dong semangat nya, biar ttp semangat gini kaya lo..

    Like

    • Nisa : Makasi ya nis, lu juga semangat dong! hidup lu belum berakhir. Masih ada kesempatan untuk merubahnya, kuncinya hanya ikhlas dan yakin dengan impian yang kita miliki.. #halahh

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s