Pecat Moyes, Boleh Jadi Manchester United Lakukan Blunder


Belum genap satu musim atau baru 10 bulan menukangi Manchester United, David Moyes resmi dipecat klub berjuluk Setan Merah tersebut pada Selasa, 22 April 2013. Pemecatan tersebut ditenggarai oleh performa buruk yang ditampilkan pasukan Moyes sejak menggantikan Sir Alex Ferguson di awal musim 2014/2015 Premier League. Selama ditangani Moyes, performa United di lapangan oleh sebagian pendukungnya dinilai jauh dari harapan, apalagi torehan enam kekalahan di Old Trafford musim ini seakan memupus keangkeran Theater of Dream di mata tim tamu. Paling menyakitkan, ketika tim-tim seperti Swansea City dan Sunderland dapat “berpesta” di sana saat menyingkirkan United dari ajang Piala FA dan Piala Liga.

GambarBerikut adalah beberapa hasil pertandingan mengecewakan MU selama 10 bulan ditangani David Moyes:
1. Tersingkir dari babak perempat final Liga Champions. Mereka dikalahkan juara bertahan Bayern Muenchen.
2. Ditaklukkan Sunderland di semifinal Piala Liga.
3. Ditaklukkan Swansea City di Old Trafford pada putaran ketiga Piala FA.
4. Hanya mendapatkan lima poin dari kemungkinan 24, ketika melawan tim empat besar Premier League saat ini, Liverpool, Chelsea,  Manchester City, dan Arsenal (hanya satu kali seri lawan Chelsea serta menang dan seri lawan Arsenal).
5. Kalah 0-2 dari Everton yang memastikan MU untuk pertama kalinya gagal tampil di Liga Champions sejak musim 1995/96.

Puncaknya,  kekalahan dari Everton di pekan ke- 35 Premier League diyakini menjadi batas kesabaran dari keluarga Glazer untuk mempertahankan Moyes. Bagaimana tidak, sejak mendampingi Manchester United hingga partai ke-51 yang berakhir kekalahan dari Everton, pelatih berkebangsaan Skotlandia tersebut telah menghabiskan dana sebesar £65 juta untuk mendatangkan Marouane Fellaini dan Juan Mata, serta memberi mega kontrak untuk Wayne Rooney.

Tentu, hal tersebut menjadi perhatian utama keluarga Glazer yang kurang menyukai sepakbola dan lebih mementingkan keuntungan daripada kesenangan dari sepakbola. Sebagaimana diketahui, dalam delapan tahun masa kepemimpinan keluarga Glazer, Sir Alex Ferguson hanya melakukan rata-rata transfer dibawah £20 juta per musim. Jauh dari Moyes yang menghabiskan banyak pengeluaran di musim tunggalnya bersama United.

Mental pemain juga memiliki peran besar terhadap penurunan performa United musim ini, bukan meragukan skill para pemain, tapi lebih kepada sikap Moyes yang mencoba membuat beberapa pemain menjadi istimewa, seperti mengganjar Wayne Rooney dengan kontrak baru yang membuatnya menjadi pemain dengan gaji termahal di Premier League, dan membuat Robin Van Persie yang notaben di masa Sir Alex merupakan orang yang berjasa menghadirkan gelar juara menjadi tidak penting.

Cara David Moyes menangani Rooney, pemilihan pemain, taktik yang terlalu berhati-hati sehingga berimbas hilangnya ritme permainan United musim ini, manajemen pemain dan komunikasi yang diterapkan, diduga membuat pemain bisa melihat sisi yang bertentangan dari yang mereka lihat dari seorang Alex Ferguson. Apalagi, secara bertahap kegelisahan juga meyelimuti pemain senior seperti Ryan Giggs, Rio Ferdinand, Javier Hernandez dan hal itu menguatkan anggapan bahwa Moyes adalah sosok yang salah untuk menangani Manchester United.

Namun, keputusan pihak klub untuk memecat Moyes juga menimbulkan kecaman dari para mantan pemain klub tersebut. Menurut Roy Keane yang tak lain mantan gelandang sekaligus kapten Manchester United, para petinggi klub termasuk ketua eksekutif Ed Woodward serta para pemain juga patut disalahkan.

“Ini sangat disayangkan. Moyes seharusnya diberikan waktu lebih. Beberapa pemain di MU seharusnya malu pada diri sendiri, mereka telah mengecewakannya. Bagi Moyes menempati peringkat ketujuh liga tentu mengecewakan dan dia harus bertanggung jawab karena itu, tapi Anda tetap membutuhkan orang-orang di sekitar anda untuk membantu dalam segala cara. Saya pikir dia tak memiliki dukungan dari para pemain. Saya pikir dia pantas mendapatkan waktu lebih,”

-Roy Keane

Legenda United seperti Gordon Hill juga melihat keputusan klub untuk memecat Moyes sebagai masalah yang membuat masa depan MU tetap tak menentu. Belum lagi soal memilih sosok yang tepat, yang mampu membelanjakan dana besar dengan bijak sementara dihadapkan dengan masalah yang telah saya bahas diatas. Sehingga, saya melihat keputusan Manchester United untuk memecat David Moyes tidak akan merubah apapun. Setidaknya, hingga muncul pelatih baru yang mampu menjadi sosok yang disegani di klub ini.

Glory United.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s