27 Tahun Yang Luar Biasa


Waktu tidak akan menunggu, namun kitalah yang akan mengejar dan membentuk sedemikian rupa waktu itu bersama rumitnya kehidupan. Memang berat, tapi kita adalah manusia yang diberikan kesempurnaan oleh sang pencipta untuk digunakan semaksimal dan sebaik mungkin, karena usia adalah bagian misteri dari waktu itu sendiri.

Hal itulah yang selalu gw ingat  setiap tanggal 23 Oktober. Tepat di tanggal tersebut diri gw terlahir di dunia ini, dan kemarin genap 27 tahun sudah sosok gw berkelana menempuh perjalanan, pergolakan batin, dan ujian yang hingga kini masih terus menjadi warna hidup gw di dunia ini.

Meski makna ulang tahun bisa diartikan sebagai pengukur seberapa tua usia kita, tapi yang pasti gw pribadi merasa bahagia dan bersyukur masih diberi kesempatan untuk membuka mata dan kembali mendengar adzan subuh di hari itu, serta merasakan dinginnya udara selatan Jakarta jelang mentari menunjukkan kilau sinarnya. Sungguh, seperti tiada nikmat lebih besar selain anugerah tersebut.

Mungkin, 9 tahun yang lalu gw tidak menyangka bakal terus melewati tahun demi tahun hingga kemarin, mengingat banyaknya masalah dan pengalaman luar biasa dalam hidup gw sejak saat itu. Iya, gw harus hidup bersama tumor di otak kiri. Meski masuk kategori jinak, namun dalam rentang waktu itu gw harus menjalani tiga kali operasi tumor otak hingga betul-betul dinyatakan sembuh dan terbebas dari salah satu parasit berbahaya bagi manusia tersebut.

Tapi, mungkin karena sifat keras kepala yang ada di diri gw juga yang membuat sejak pertamakali divonis dokter, gw bertekad tidak akan mau kalah dengan penyakit. Meski betapa sakitnya penderitaan yang harus gw rasakan akibat tumor otak yang gw derita, gw selalu percaya dan yakin semua itu bisa gw lalui dengan baik. Dan alhamdulillah, Allah masih memberi kesempatan kepada gw untuk terus memperbaiki diri di sisa waktu yang ada.

Gw sadar, usia 27 merupakan gerbang awal bagi laki-laki memasuki usia emas. Di umur yang semakin matang ini, gw hanya sangat berharap bisa melangkahkan kaki ini untuk kembali berlari, dan terus berlari mengejar impian yang sempat hilang ditelan waktu.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s