Menjadi Berguna Untuk Mereka


Semua bermula pada Kamis siang di awal bulan Februari, hujan yang turun membuat saya mengikuti setiap langkah kaki mencari tempat berteduh. Sayapun berinisiatif mampir di salah satu toko buku besar yang ada di kota Depok. Waktu pun berjalan, hingga saya tidak sadari telah banyak mendengar obrolan-obrolan dari para pengunjung lain saat sedang asik menjelajahi labirin rak buku. Beberapa ungkapan yang keluar dari obrolan mereka setidaknya sedikit berhasil membangkitkan kembali semangat luhur saya untuk menjadi manusia yang berguna.

Seperti saat berada di bagian rak novel, terdengar sekumpulan pelajar wanita dengan suara khas ABGnya membahas salah satu penulis asal Indonesia yang populer dengan identitas “Dilan” nya saat awal-awal dikenal.

Dia yang dulu blogger kan. Yang tulisannya diangkat jadi novel. Tau gak, Si itu sebelum nembak gw lebih dulu minjemin novel si Dilan loh. Sedikitnya, dari isi novelnya gw jadi tau kalo Si itu mau nembak gw.

Itu hal pertama yang saya dengar dan langsung membuat diri saya terdiam beberapa saat. Entah kenapa, saat itu juga, pikiran saya langsung melompat menunjuk ke diri sendiri. “Ternyata bagi sebagian orang, membaca sebuah cerita masih menjadi sebuah dorongan motivasi dan kepercayaan diri.

Bagi orang yang senang menulis di blog, berceloteh di media sosial, atau pesan viral lainnya seperti saya, mendengar obrolan seperti itu tentu menjadi dorongan ekstra dan influence tersendiri. Apakah salah menulis panjang lebar yang kadang tak berujung, atau celotehan pendek berisi ratapan? tidak ada yang salah kok, kalau hal itu bisa membuat diri kalian merasa bebas.

Menjadi manusia yang bebas bukan berarti menjadi manusia yang tidak berguna. Manusia bebas yang saya maksud disini adalah manusia yang bebas beragama, manusia yang bebas mengekspresikan dukungan terhadap sesama, manusia yang bebas mengutarakan pendapat melalui tulisan, manusia yang bebas memilih pekerjaan untuk masa depan, manusia yang bebas berusaha untuk kemaslahatan bersama, dan manusia yang bebas jatuh cinta terhadap dunia.

Seperti pagi ini saat saya membaca tulisan Masa Depan Untuk Diperjuangkan dari bang Pandji Pragiwaksono yang menyoal Hari Kanker Anak Internasional. Tanpa membaca tulisan tersebut, mungkin saya tidak sadar tanggal 15 Februari adalah hari besar bagi anak-anak penderita kanker, atau saya tidak akan mengganti avatar Twitter saya dengan gambar pita kuning.

Kepedulian saya bukan karena saya ngarep Twitter saya di followback atau di retweet oleh bang Pandji, saya hanya ingin menjadi salah satu manusia yang berguna saja dengan cara memberikan dukungan untuk masa depan anak-anak tersebut. Lainnya? karena saya pernah berjuang melawan penyakit tersebut, dan kehilangan sahabat karenanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s