5 Hal Ini Harus Kamu Persiapkan Sebelum Mengajak Pasangan Menikah


Bagi laki-laki, menikah adalah salah satu trofi terbaik, puncak prestasi dalam perjalanan hidup kaum adam, dengan berhasil mempersunting wanita yang dicintai. Dibutuhkan juga begitu banyak pengorbanan demi menggapai kebahagiaan dalam sebuah ikatan pernikahan.

Hal tersebut yang membuat menikah juga membutuhkan keteguhan dan ketulusan niat. Ragam persoalan yang dihadapi pasangan suami istri, sebagian besar bermuara pada ketidakjelasan niat. Menikah bukan sebatas mempertemukan dua sejoli dalam ikatan suci.

Siapkah diri kamu menjalankan itu semua? Kedua pihak, baik calon suami maupun calon istri harus bisa saling memahami. Menikah bukan sekadar meningkatkan status dan materi. Pernikahan bukan hanya untuk berhubungan suami istri. Melainkan, lebih dari itu.

Bila kamu sebagai laki-laki berniat mengajak pasangan untuk menikah, persiapkan 5 hal ini sebelum melakukannya.

Persiapkan ilmu dan niat

Tidak jarang bakal datang banyak masukan untuk berbagai persiapan pernikahan. Hal tersebut malah sering menimbulkan ketakutan. Bayangkan, ada saja hal-hal yang menyelimuti inti pernikahan yang dianggap harus dilakukan, padahal belum tentu. Belum lagi beban biaya yang tidak sedikit. Inti dari pernikahan adalah ibadah, tidak harus mengeluarkan biaya yang banyak. Contohnya saya, awalnya hanya berniat untuk melamar pasangan tapi karena kehendak Allah SWT dan permintaan keluarga, saya akhirnya melangsungkan pernikahan secara agama terlebih dahulu saat itu juga.

Siap Menerima masa lalu pasangan

Setiap orang pasti memiliki sisi gelap. Terpenting, sebelum memulai lembaran baru dengan pasangan dalam sebuah ikatan pernikahan, pastikan kamu telah melupakan masa lalunya. Begitupun dengan pasangan, tidak hanya bersedia menerima keadaan saat ini, tapi juga ikhlas menerima Anda beserta masa lalu dibelakangnya.

Siap menerima perbedaan

Tidak bisa dipungkiri, kamu dan pasangan adalah dua individu yang berbeda. Perbedaan sifat, hobi, dan kebiasaan harus disikapi dengan bijak. Jika hal ini saja tidak bisa diterima, bagaimana mungkin kamu bisa tahan tinggal satu atap dan menghabiskan waktu seumur hidup dengannya?

Siap menerima perubahan

Orang bisa berubah, tidak terkecuali kamu dan pasangan. Apakah itu menjadi semakin baik atau semakin buruk tergantung bagaimana kamu sebagai suami dan imam keluarga dalam membimbingnya. Siapkah kamu tetap berada disampingnya dalam kondisi apapun, termasuk saat cintanya pada Anda memudar?

Siap menerima kesalahan

Tidak ada manusia yang luput dari kesalahan, begitu juga dengan istri. Masalahnya, bagaimana kamu dan pasangan berusaha memperbaiki diri setelahnya, jangan terjebak dalam polemik.

Menikah lebih dari sebuah cinta dan perasaan, di dalamnya telah siap akan segala masalah dan tantangan. Menikah juga bukan hanya sekedar keinginan, meski semua orang menginginkannya. Bismillah..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s